Jaga Tradisi dan Kerukunan, Babinsa Pantau Rebak Jangkeh Pejeruk

Mataram, NTB – Suasana kebersamaan terasa di sepanjang Jalan Kali Jangkuk, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Warga dari Lingkungan Pejeruk Abyan dan Pejeruk Dese berkumpul mengikuti tradisi Rebak Jangkeh usai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sementara aparat kewilayahan memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, Minggu (13/9/2026) malam.

 

Tradisi yang melibatkan 10 peraje dari Lingkungan Pejeruk Abyan dan Pejeruk Dese tersebut berlangsung sejak pukul siang hingga malam hari. Di tengah suasana kebersamaan itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Pejeruk Komando rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan, Sertu Dody Suprihariyanto, turut melakukan pemantauan bersama Lurah Pejeruk dan Bhabinkamtibmas.

 

Kehadiran aparat bukan untuk membatasi masyarakat dalam menjalankan tradisi, melainkan memastikan momentum kebersamaan tersebut tetap berjalan dalam suasana yang aman dan penuh kekeluargaan.

 

 Jaga Tradisi, Jaga Ketertiban

 

Dalam pemantauan tersebut, Babinsa bersama Lurah Pejeruk dan Bhabinkamtibmas memberikan imbauan kepada warga, khususnya para remaja yang mengikuti kegiatan, agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol atau tuak selama acara berlangsung.

 

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari potensi keributan maupun gangguan keamanan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

 

“Tradisi dan kebersamaan masyarakat harus tetap kita jaga. Namun, keamanan dan ketertiban juga menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengimbau warga dan para remaja untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol selama kegiatan,” ujar Sertu Dody Suprihariyanto saat melakukan monitoring.

 

Menurutnya, suasana yang aman akan membuat masyarakat lebih leluasa menikmati kegiatan. Terlebih, Rebak Jangkeh tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat.

 

 Babinsa Hadir di Tengah Masyarakat

 

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi dan kedekatan dengan warga di wilayah binaan.

 

“Melalui pemantauan secara langsung, setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Pendekatan persuasif juga menjadi pilihan utama agar masyarakat merasa nyaman sekaligus memahami pentingnya menjaga ketertiban bersama.” Tegas L. Bagus Afriady, S.IP., Lurah Pejeruk.

 

Kegiatan Rebak Jangkeh yang berlangsung hingga tengah malam tersebut akhirnya dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak terdapat kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.

 

L. Bagus Afriady, S.IP., menambahkan, “Bagi masyarakat Pejeruk, menjaga tradisi bukan hanya tentang mempertahankan sebuah kegiatan yang telah berlangsung dari waktu ke waktu. Lebih dari itu, tradisi menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga,” tutupnya.

 

Karena itu, keamanan menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan masyarakat. Ketika tradisi, kebersamaan, dan kepedulian berjalan beriringan, ruang publik pun dapat menjadi tempat yang nyaman bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *