Berita  

Pintu Masuk Lombok Dijaga Ketat, Kapal Bongkaran Diperiksa

Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar Periksa Intensif Muatan Kapal

Lombok Barat, NTB – Aparat kepolisian terus memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk Pulau Lombok guna mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang dan ilegal. Langkah antisipatif ini salah satunya tercermin dalam upaya kedisiplinan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar yang secara rutin menggelar operasi pemeriksaan terhadap setiap armada kapal yang bersandar.

Pada hari Selasa (16/06/2026), personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar bersinergi dengan instansi terkait untuk melaksanakan pengamanan sekaligus pemeriksaan intensif terhadap bongkaran kapal KMP. Gerbang Samudra III. Kapal motor penumpang tersebut diketahui baru saja merapat setelah menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Padangbai, Bali.

Pengawasan Ketat di Dermaga II ASDP Lembar

Aktivitas pengamanan yang berlangsung mulai pukul 09.50 WITA tersebut dipusatkan di area Dermaga II ASDP Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Begitu kapal menyentuh dermaga dan pintu rampa terbuka, petugas gabungan langsung mengambil posisi strategis guna memastikan seluruh proses penurunan muatan berjalan dengan tertib dan teratur.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari Prosedur Operasional Standar (SOP) yang wajib dijalankan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Lombok Barat, khususnya di area gerbang laut.

“Kami tidak ingin kecolongan dengan masuknya barang-barang berbahaya yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah. Oleh karena itu, sinergi dengan instansi terkait di pelabuhan terus kami perkuat untuk melakukan pengawasan yang komprehensif,” ujar Iptu Imran di sela-sela memimpin jalannya kegiatan di lapangan.

Sasaran Pemeriksaan Dokumen Kendaraan hingga Barang Bawaan

Dalam operasi kali ini, petugas memberikan perhatian khusus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi berkendara maupun fisik muatan yang dibawa oleh para penumpang. Setiap pengendara yang turun dari KMP. Gerbang Samudra III diwajibkan menunjukkan dokumen resmi berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku.

Selain memeriksa keabsahan surat-surat kendaraan, personel gabungan juga melakukan penggeledahan secara selektif terhadap barang bawaan penumpang serta ruang muat kendaraan. Fokus utama dari penggeledahan ini adalah mengantisipasi peredaran barang-barang ilegal, senjata tajam (sajam), bahan peledak (handak), narkotika dan obat-obatan terlarang, hingga komoditas berbahaya lainnya. Petugas memeriksa dengan saksama setiap sudut bagasi untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang selundupan.

Detail Manifes dan Muatan KMP. Gerbang Samudra III

Berdasarkan data manifes yang diterima oleh petugas di lapangan, KMP. Gerbang Samudra III kali ini mengangkut sebanyak 68 orang penumpang. Selain penumpang perseorangan, kapal tersebut juga membawa beban muatan logistik dan transportasi yang cukup beragam dengan rincian kendaraan yang turun meliputi:

  • Kendaraan Golongan II: 38 unit

  • Kendaraan Golongan IV.A: 3 unit

  • Kendaraan Golongan IV.B: 5 unit

  • Kendaraan Golongan V.B: 12 unit

  • Kendaraan Golongan VI.A: 1 unit

  • Kendaraan Golongan VI.B: 4 unit

  • Kendaraan Golongan VII: 4 unit

Banyaknya jumlah kendaraan roda dua maupun kendaraan angkutan barang yang datang dari Pulau Dewata ini menuntut kejelian ekstra dari para petugas di lapangan agar tidak ada hal mencurigakan yang lolos dari pemeriksaan.

Situasi Kondusif dan Monitoring Berkelanjutan

Setelah melalu rangkaian pemeriksaan yang ketat dan sistematis, seluruh proses bongkaran muatan KMP. Gerbang Samudra III di Dermaga II ASDP Lembar akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 10.30 WITA. Selama hampir satu jam pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum yang menonjol maupun keberadaan barang-barang yang mencurigakan.

Secara umum, jalannya kegiatan pengamanan dan pemeriksaan terhadap bongkaran kapal, termasuk monitoring pada armada lain seperti KMP. Dharma Ferry VIII, berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian aktivitas di pelabuhan tersebut berada di bawah pengawasan langsung serta kendali ketat dari Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, demi menjamin kenyamanan masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *